Awali Hari dengan Pelayanan, Satlantas Polres Aceh Selatan Gelar Strong Point di Sejumlah Titik Kota Tapaktuan
Tribratanewsacehselatan – Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Selatan Polda Aceh. Melalui program “Polantas Aceh untuk Masyarakat”, personel Satlantas kembali melaksanakan kegiatan Strong Point pada sebagai bentuk pelayanan prima kepada masyarakat yang beraktivitas pada jam sibuk pagi, Kamis 9 Juli 2926.
Sebanyak 21 personel Satlantas Polres Aceh Selatan ditempatkan di sejumlah titik strategis yang memiliki tingkat mobilitas kendaraan cukup tinggi. Kehadiran personel di Bundaran Cerana, depan SMAN 1 Tapaktuan, Simpang Kantor Pos, depan TK Bhayangkari, depan Masjid Istiqamah, Bundaran Air Mancur RSM, Simpang SMK Negeri Tapaktuan, Simpang Kolam Aroya, Simpang PT ADI, Bundaran Traffic Light, Simpang Nyak Adam Kamil, hingga depan SPBU Tapaktuan menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus memastikan kelancaran arus lalu lintas.
Tidak hanya mengatur arus kendaraan, personel Satlantas juga memberikan bantuan kepada pejalan kaki, khususnya para pelajar dan masyarakat yang hendak menyeberang jalan. Pendekatan humanis terus dikedepankan agar kehadiran Polri benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., Melalui Kasat Lantas Polres Aceh Selatan mengatakan bahwa Strong Point merupakan salah satu bentuk pelayanan rutin yang dilaksanakan setiap hari pada waktu-waktu dengan intensitas kendaraan yang tinggi.
“Setiap pagi ribuan masyarakat memulai aktivitasnya. Ada anak-anak yang berangkat ke sekolah, pegawai menuju tempat kerja, pedagang membuka usaha, hingga masyarakat yang melakukan berbagai aktivitas lainnya. Karena itu, kami hadir untuk memastikan perjalanan mereka berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,”ujarnya.
Menurutnya, keberadaan personel di lapangan juga menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya pelanggaran lalu lintas maupun kecelakaan. Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, petugas memberikan edukasi kepada pengendara agar senantiasa mematuhi aturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai kebutuhan dalam berkendara.
“Keselamatan harus menjadi budaya. Menggunakan helm SNI, mematuhi rambu lalu lintas, tidak melawan arus, serta melengkapi surat-surat kendaraan merupakan langkah sederhana yang dapat menyelamatkan nyawa. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas,” tambahnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, personel juga melakukan penindakan terhadap pengendara sepeda motor yang kedapatan tidak menggunakan helm berstandar SNI. Penindakan dilakukan secara profesional dan proporsional sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas.
Hasil pelaksanaan Strong Point menunjukkan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kota Tapaktuan tetap terjaga dengan baik. Arus kendaraan terpantau lancar, aktivitas masyarakat berjalan normal, serta tingkat kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas terus meningkat.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polres Aceh Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan yang profesional, modern, dan terpercaya. Semangat “Polantas Aceh untuk Masyarakat” bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui kehadiran personel di tengah masyarakat setiap hari untuk memberikan rasa aman, mencegah terjadinya kecelakaan, serta mengajak seluruh pengguna jalan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama.[Humasresasel]
