Memulai Senin dengan Tertib Berlalu Lintas, Satlantas Polres Aceh Selatan Hadir Wujudkan Perjalanan Aman bagi Masyarakat

Tribratanewsacehselatan – Pagi hari menjadi awal dari berbagai aktivitas masyarakat. Anak-anak berangkat ke sekolah, para pekerja menuju tempat kerja, pedagang mulai membuka usahanya, dan roda perekonomian kembali bergerak. Untuk memastikan seluruh aktivitas tersebut berlangsung dengan aman dan lancar, Satlantas Polres Aceh Selatan Polda Aceh melaksanakan kegiatan Strong Point di sejumlah titik strategis di Kota Tapaktuan, Senin 13 Juli 2026..

Sebanyak 21 personel Satlantas diterjunkan sejak pukul 07.00 WIB untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pengaturan arus lalu lintas di kawasan persimpangan jalan, depan sekolah, rumah ibadah, serta lokasi yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi. Kehadiran personel di lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima sekaligus menciptakan situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Kapolres Aceh Selatan AKBP T. Ricki Fadlianshah, S.I.K., Melalui Kasat Lantas Polres Aceh Selatan mengatakan bahwa Strong Point bukan sekadar rutinitas pengaturan kendaraan, tetapi menjadi momentum bagi Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat. Setiap pagi, personel berupaya memastikan para pelajar dapat menyeberang jalan dengan aman, arus kendaraan tetap lancar, serta pengguna jalan merasa terlindungi selama perjalanan.

“Keselamatan masyarakat selalu menjadi prioritas kami. Melalui Strong Point, kami ingin memastikan setiap orang dapat memulai aktivitasnya dengan aman dan nyaman. Kehadiran personel di lapangan juga merupakan bentuk pelayanan nyata Polri kepada masyarakat,” ujarnya.

Di sela-sela pelaksanaan tugas, personel Satlantas juga memberikan imbauan kepada pengendara agar selalu mengenakan helm berstandar SNI, mematuhi rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta mengutamakan etika dalam berlalu lintas. Edukasi tersebut disampaikan secara persuasif sebagai upaya membangun budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari kesadaran setiap individu.

Bagi pengendara yang masih ditemukan tidak menggunakan helm SNI, petugas memberikan tindakan sesuai ketentuan yang berlaku. Penegakan hukum dilakukan secara profesional dan humanis sebagai bentuk edukasi agar masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan di jalan raya.Hasil pelaksanaan Strong Point menunjukkan situasi Kamseltibcarlantas di wilayah Kota Tapaktuan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Aktivitas masyarakat pada jam sibuk pagi hari dapat berjalan dengan baik tanpa hambatan yang berarti.

Kasat Lantas juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Selatan untuk menjadikan disiplin berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari. Menurutnya, kecelakaan lalu lintas dapat dicegah apabila seluruh pengguna jalan memiliki kesadaran untuk saling menghormati, mematuhi aturan, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan.[Humasresasel]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *